Blog EntryLelaki Tua Itu....Feb 15, '08 1:00 PM
for everyone

Dapet copy paste dari milis sebelah semoga bermanfaat terutama buat para bapak2.... ^_^

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak ....disinilah awal cobaan menerpa setelah istrinya melahirkan anak ke empat .....tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan & itu terjadi selama 2 tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang ,lidah nya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.     

Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya ,sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian ,dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang ( tidak bisa menanggapi ) , pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun,

Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.

( karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 ) .

Dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat,

yang dia inginkan hanya satu :  semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata :

" Pak kami ingin sekali merawat ibu .......

Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu & tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya .....

" Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini ...

kami sudah tidak tega melihat bapak . . .

kami janji kami akan merawat ibu bergantian".

 Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

" Anak2ku..... jikalau  hidup didunia ini hanya untuk nafsu.... Mungkin bapak akan menikah....

tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku. ... itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian"......

sejenak kerongkongannya tercekat . . . . . . .

kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta

yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini ?

Kalian menginginkan bapak bahagia ....

Apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ?

Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain .......

bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno . .

merekapun  melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno . . . .

Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu . . .

Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber acara islami Selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno . . .

Kenapa bapak mampu bertahan  selama 25 tahun merawat Istri yg sudah tidak bisa apa2.. ?

Disaat itulah meledak tangis beliau  . . .

Dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru  . .

Disitulah pak suyatno bercerita  . . . .

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta ,tapi dia tidak mencintai karena Allah maka semuanya akan luntur . . . .

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya ....

Sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya..

Mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata . . .  dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 . .

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah . . .

Dan itu merupakan ujian bagi saya .

Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya . . .  apalagi dia sakit . . .

Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya curhat kepada Allah diatas sajadah . . .

Dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya

untuk mendengar rahasia saya . . . .


28 Comments
mrshickman wrote on Feb 15
nuhun pisan teh Lia, udah share artikel ini
bagus bgt bs jadi teladan / Renungan.

rancamanyar wrote on Feb 15
nuhun pisan teh Lia, udah share artikel ini
bagus bgt bs jadi teladan / Renungan.

sama mbak may...
alindris wrote on Feb 15
Assalamualaikum Lia,
Subhanallah....., seperti membaca dongeng.
Sebab yg ada disekitar saya malah kebalikannya.
Thanks fr sharing ceritanya.
Wassalam
rancamanyar wrote on Feb 15
Assalamualaikum Lia,
Subhanallah....., seperti membaca dongeng.
Sebab yg ada disekitar saya malah kebalikannya.
Thanks fr sharing ceritanya.
Wassalam
waalaikumsalam...

sama2 mbak enny..
mamahanna wrote on Feb 15
pernah baca juga teh Lia...
subhanallah nya,sebillion satu kayanya suami ato pun istri yg bisa begini..
3astwest wrote on Feb 15
TFS teh lia...

anyway, kalo di indo 58 dah dibilang senja ya, kalo disini bisa diprotes orang2 tuh teh....secara yg baru jadi bapak kan banyak umur segitu ihihihihiihihihi.....
yenisfamilyblog wrote on Feb 15
Subhanalloh,terharu..menangis aku bacanya mbak Lia,insya alloh suami kita bisa mengikuti Jejak seperti pak Suyitno ya,aamiin....
linagladman wrote on Feb 15
Nuhun pisan ....
Aku baca'nya meni sampe nangis ... *cengeng mode ON*
putri06 wrote on Feb 15
subhanallah ... TFS ya.
jepangjombang wrote on Feb 15
terharu terharu dan terharu....
dynoz wrote on Feb 15
Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta ,tapi dia tidak mencintai karena Allah maka semuanya akan luntur . . . .
makasih...
tauladan yang baik bagi para pecinta...
seputarwida wrote on Feb 16
Subhanallah....
semakin 'paham' bahwa cinta tanpa disertai cinta kepada Allah adalah cinta sesaat yang mudah padam nyala apinya.....tenkyu ya bu buat ceritanya :)
cicicihuy wrote on Feb 16
aduh meuni terharu abdi macana,,,bageur pisannnn eta si Bapak teh
elsyesjournal wrote on Feb 16
subhanallah..Teh, abdi sampe nangis bacana...hikkss..*ga bisa ngomong apa2 lagi*
kuenogosari wrote on Feb 16
Mulia benar hati pak Suyatno ya, susah cari orang seperti beliau apalagi dijaman sekarang. tfs ya mbak
herningjoko wrote on Feb 16
Orang seperti ini mungkin 1 diantara sejuta. Bener2 hebat.......
ichaseruni wrote on Feb 16
cinta karena Allah tidak pernah menuntut dan ikhlas.... sampai saat ini pun kita semua berusaha mencintai Allah dgn cara kita... dan pak suy memberikan pelajaran yg sangat berarti ya teh... Luar Biasa didikan ortu pak suy... mungkin orut-ortu seperti pak suy bisa share sama kita2 yg muda dan bergejolak utk bisa menerima dan menjadi orang yg memiliki budi perkerti, sikap yg santun itu "bagaimana" karena Pak suy bisa seperti itu PASTI karena didikan ortunya atau Lingkungan yg membesarkannya... Bisa Share sahabat2 ku di MP? makasih jawaban2 yg icha harapkan bisa di MP ke ichaseruni.multiply.com wassalam
rancamanyar wrote on Feb 16
pernah baca juga teh Lia...
subhanallah nya,sebillion satu kayanya suami ato pun istri yg bisa begini..
iya teh temmy..kayanya 1 pasangan dalam sebillion manusia
rancamanyar wrote on Feb 16
TFS teh lia...

anyway, kalo di indo 58 dah dibilang senja ya, kalo disini bisa diprotes orang2 tuh teh....secara yg baru jadi bapak kan banyak umur segitu ihihihihiihihihi.....
hihihihi mbak ratna inget aja umur nya..emang begitu ya mbak di sini?...
rancamanyar wrote on Feb 16
Subhanalloh,terharu..menangis aku bacanya mbak Lia,insya alloh suami kita bisa mengikuti Jejak seperti pak Suyitno ya,aamiin....
amiin..aku juga terharu baca ini sampe pgn banget nangis tapi ditahan sampe tenggorokan sakit saking nahan nangis..
rancamanyar wrote on Feb 16
Nuhun pisan ....
Aku baca'nya meni sampe nangis ... *cengeng mode ON*
sami2 teh lina..sama aku juga mau nangis baca ini tapi ditahan tea...
rancamanyar wrote on Feb 16
putri06 said
subhanallah ... TFS ya.
sama2 :)
rancamanyar wrote on Feb 16
terharu terharu dan terharu....
sama terharu.... :)
rancamanyar wrote on Feb 16
dynoz said
makasih...
tauladan yang baik bagi para pecinta...
sama2 mas...
rancamanyar wrote on Feb 16
Subhanallah....
semakin 'paham' bahwa cinta tanpa disertai cinta kepada Allah adalah cinta sesaat yang mudah padam nyala apinya.....tenkyu ya bu buat ceritanya :)
ya..kira2 begitu lah cantik.. :)
rancamanyar wrote on Feb 16
aduh meuni terharu abdi macana,,,bageur pisannnn eta si Bapak teh
muhun teh ochi,..apa suami kita bisa seperti itu kah? insya allah..
rancamanyar wrote on Feb 16
subhanallah..Teh, abdi sampe nangis bacana...hikkss..*ga bisa ngomong apa2 lagi*
sami teh elsye abdi oge sampe sedih ,terharu pisan poko na mah...
rancamanyar wrote on Feb 16
Mulia benar hati pak Suyatno ya, susah cari orang seperti beliau apalagi dijaman sekarang. tfs ya mbak
sama2 mbak han...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help